Menjadi Pelajar Bijak Internet
Pengaruh kemajuan teknologi terhadap pelajar harus diakui melebihi apa pun, bahkan lembaga keluarga maupun lembaga pendidikan. Meskipun banyak kasus yang menimpa pelajar yang menunjukkan penyalahgunaan kemajuan teknologi komunikasi sehingga membawa dampak terburuk bagi tingkah laku pelajar dalam lembaga pendidikan (sekolah)
Memang dengan kecanggihan teknologi, kini prosedur berinteraksi tidak harus face to face atau kontak langsung. Berinteraksi eksklusif maupun kolektif seiring perkembangan zaman mulai difasilitasi oleh gadget yang mudah dan murah. Mau sekedar bergosip, tertawa, menangis, berdiskusi, jatuh cinta, bahkan loe-gue end (putus cinta) bisa saja terjadi meskipun tanpa melalui kontak langsung.
Fenomenanya sudah sampai pada tahapan sistem budaya. Kalangan pelajar memang memiliki ketergantungan kuat terhadap internet, terutama sebagai sarana tampil di dunia maya. Bagi sebagian besar kalangan pelajar, berselancar di dunia maya sangat penting, disamping berinteraksi dengan lingkungan sekitar yang riil. Menjadi populer dan sempurna di dunia maya adalah prioritas, selain tentunya diimbangi berkompetisi dan berorganisasi secara nyata.
Keniscayaannya, teknologi semakin mendekatkan kesadaran pelajar akan pentingnya budaya literatif. Budaya literatif adalah nuansa antusiasisme membaca dan kemampuan menuangkan ide baru dalam bentuk tulisan ilmiah. Membaca adalah aktivitas penting untuk dilakukan siapapun terutama oleh kalangan pelajar. Karena pelajar adalah generasi yang memikul tanggung jawab besar sebagai penentu arah kemajuan bangsa dan bertanggung jawab terhadap nasib yang menimpa masyarakat luas. Membaca berita, artikel, esai, karya sastra, buku melalui internet kini adalah kewajaran, seiring kemajuan teknologi dan akses internet yang mudah sekali dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia pada umumnya.
*Ditulis oleh Ratih Indri Hapsari; Mengajar di SMK Kesehatan Purworejo; Pengamat pop culture; menetap di: kipas_hapsari@yahoo.com; fb @Indiera Hapsari Ratih