Rekapitulasi Realisasi Penggunaan Dana BOSP Jan – Juni 2025

Bisa juga Pendaftaran online Melalui https://ppdb.smkkesehatanpwr.sch.id
Dalam rangka menghadapi KBM (kegiatan belajar mengajar) memasuki tahun pelajaran 2020/2021, SMK Kesehatan Purworejo mengadakan kegiatan workshop Office 365 dan IHT (In House Training), yang bertempat di kampus satu, jalan Kesatrian no 4, Purworejo.
Workshop yang dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, SSos, MPd ini diikuti oleh 40 guru dan tenaga kependidikan SMK Kesehatan Purworejo. Workshop berlangsung selama dua hari, dari Senin (06/07/2020) hingga Selasa (07/07/2020), dan dilanjutkan dengan IHT pada Rabu (08/07/2020).
“Office 365 merupakan salah satu program untuk pembelajaran jarak jauh. Dari analisa, program ini lebih sederhana, mudah, dan lebih mengena untuk para guru dan siswa,” jelas Nuryadin, Selasa (07/07/2020).
Diungkapkan oleh Nuryadin, sesuai arahan dari Kementerian Pendidikan, bahwa selama masa pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar secara jarak jauh (online) masih akan tetap dilaksanakan hingga Desember 2020.
Untuk KBM secara langsung/tatap muka, ujar Nuryadin, kemungkinan akan dilaksanakan 4 jam/hari, dan dilakukan secara bergantian, sehingga perminggunya siswa hanya masuk satu hingga dua kali.
“Kita menghadirkan dua narasumber dalam workshop, Arini Fadhilah, SPd, dan Agung Budi Raharjo, SPd, Gr. Setelah para guru, kita juga akan memberikan pelatihan pada siswa, yang dilanjutkan dengan simulasi,” kata Nuryadin, yang didampingi Waka Humas, Ardiyanto.
Diakui oleh Nuryadin, bahwa dalam proses kegiatan belajar mengajar, model pembelajaran tatap muka langsung-lah yang paling efektif. Hal itu bisa dilihat dalam pelaksanaan pembelajaran online selama 3 bulan pada awal masa Pandemi Covid-19 hingga sekarang, siswa banyak yang merasa jenuh.
“Belum lagi kendala sinyal/jaringan internet, dan pengeluaran orangtua untuk pembelian paket internet,” terang Nuryadin.
Dijelaskan lebih lanjut, setelah mengikuti workshop, kegiatan dilanjutkan dengan IHT. IHT ini, wajib bagi sekolah, yang tujuannya, untuk mengevaluasi pembelajaran selama setahun kemarin. Dalam IHT, juga menyiapkan kurikulum, materi-materi, muatan-muatan lokal, muatan produktif dan inovatif untuk tahun berikutnya.
Dalam IHT, pihak sekolah mendatangkan narasumber Sehat Kandiawan, SPd, MPd, Waka Kurikulum SMK N 6 Purworejo. Selain mengevaluasi pembelajaran, juga ada penyampaian materi tentang penyusunan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), dan silabus.
“Dengan begitu, kita benar-benar siap. Ini merupakan jaminan SMK Kesehatan Purworejo, bahwa kita tidak main-main, serius, dengan menyiapkan guru-guru dengan penguasaan teknologi, penguasaan administratif, dan penyusunan muatan-muatan lokal, maupun lainnya,” pungkas Nuryadin, sambil menambahkan, bahwa untuk kuota PPDB di SMK Kesehatan Purworejo telah terpenuhi, dengan jumlah siswa baru 165, yang terbagi dalam lima kelas untuk dua kejuruan, farmasi dan keperawatan. (Jon)
Source: http://koranjuri.com/40-guru-smk-kesehatan-purworejo-ikuti-workshop-office-365-dan-iht/
https://www.instagram.com/p/CCYmS3XJa0T/?utm_source=ig_web_copy_link
Sebanyak 163 siswa baru SMK Kesehatan Purworejo, mengikuti kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), yang dilaksanakan selama lima hari, dari Senin (13/07/2020) hingga Sabtu (18/07/2020).
Pada hari pertama MPLS, para siswa baru ini mengikuti kegiatan dengan tatap muka. Namun setelah adanya surat edaran dari Dinas Pendidikan Propinsi Jateng, selanjutnya MPLS dilakukan secara daring.
Penutupan MPLS, Sabtu (18/07/2020), ditandai dengan penyematan topi siswa kepada perwakilan, oleh Kepala SMK Kesehatan Purworejo. Hal itu juga sebagai penanda, kalau para peserta MPLS resmi menjadi warga atau bagian dari keluarga besar SMK Kesehatan Purworejo.
“Materi yang kita berikan selama MPLS, materi-materi yang sudah sesuai standar yang ditentukan dari Dinas Pendidikan, seperti materi yang berkaitan dengan nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, pengenalan lingkungan sekolah, dan motivasi belajar,” jelas Nuryadin, SSos, MPd, Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Sabtu (18/07/2020).
Dengan MPLS, kata Nuryadin, anak-anak lebih paham dan mengerti tentang sekolah/tempat dia berada, maupun visi misi sekolah. Sehingga hasil akhirnya nanti, antara sekolah, siswa, orangtua, bisa satu visi misi, sehingga dalam meraih pendidikan selama tiga tahun di SMK Kesehatan Purworejo, anak-anak lebih mengena.
Karena, kata Nuryadin, salah satu keberhasilan sebuah lembaga sekolah, dengan kesamaan satu visi, satu misi, dan persatuan antara siswa, guru, orangtua, serta lingkungannya.
Setelah selesai menjalani MPLS, terang Nuryadin, para siswa mulai Senin (20/07/2020) sudah mulai mengikuti KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), namun tetap secara daring.
“Kita berharap, KBM bisa dilakukan dengan tatap muka, meski dibatasi. Karena sesungguhnya, pendidikan yang ideal itu harus ketemu langsung, karena yang diolah itu hati. Dan terbukti, selama KBM daring, banyak siswa yang merasa jenuh dan bosan,” kata Nuryadin, yang didampingi Staf Waka Kesiswaan, Galay Widhiasmoro, Spd, Gr.
Galay menambahkan, selama MPLS dilakukan secara daring, para peserta menggunakan aplikasi Osaka. Pada aplikasi ini, semuanya terangkum jadi satu. Didalamnya ada materi tentang kebangsaan, kurikulum, kesiswaan, kejuruan, identitas diri seluruh siswa, dan keluhannya, yang terkoneksi langsung ke Kepala Sekolah dan Waka-Waka.
Menurut Galay, dalam penutupan MPLS, ada pemberian penghargaan bagi siswa terbaik selama MPLS, yang diraih oleh Dea Erlina Rahayu, Tasya Sabila Haryadi, dan Bisma Yudha Aditama.
“Kita sudah antisipasi sebelumnya, terkait MPLS maupun KBM daring ini. Kalau selama MPLS daring, kita gunakan aplikasi Osaka, maka untuk KBM selanjutnya, ada beberapa pilihan aplikasi, seperti Class Room, Zoom, maupun MS team. Masih kita pertimbangkan, untuk memakai aplikasi apa nanti,” pungkas Galay. (Jon)
Source: http://koranjuri.com/mpls-daring-smk-kesehatan-purworejo-siswa-terbaik-terima-penghargaan/
https://www.instagram.com/tv/CCyQ0bJpbhe/?utm_source=ig_web_copy_link
Sebanyak 151 siswa SMK Kesehatan Purworejo diwisuda dan diambil sumpah profesi. Kegiatan berlangsung di kampus II SMK Kesehatan Purworejo, Sabtu (27/6).
Wisuda ditandai dengan pengalungan samir oleh Kepala SMK Kesehatan Purworwjo, Nuryadin, S.Sos, M.Pd. Usai wisuda dilanjutkan pengambilan sumpah profesi asisten tenaga kesehatan keperawatan dan farmasi.
Meski kegiatan berlangsung secara ofline, namun tetap menerapkan protokol kesehatan, seluruh peserta wajib memakai masker, ukur suhu tubuh, cuci tangan, sepatu disemprot disinfektan, seijin orangtua dan dalam kondisi sehat.
Selain itu, dalam kegiatan tersebut hanya para siswa tanpa didampingi orangtua. “Untuk tahun ini wisuda dilakukan secara sangat sederhana karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19,” kata Kepala SMK Kesehatan Nuryadin, S.Sos, M.Pd didampingi humas, Ardianto Nugroho, Senin (29/6).
Dalam amanahnya Nuryadin menyebut, ada hikmah yang bisa dipetik ditengah pandemi Covid-19. Diantaranya, dunia pendidikan menjadi akrab dengan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran dan kegiatan akademis lainnya.
Cara-cara baru mengelola sekolah harus ditempuh, termasuk yang dilakukan SMK Kesehatan Purworejo saat ini.
Banyak tuntutan guru yang dilakukan saat ini. ” Guru dituntut harus menguasai komunikasi online untuk mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) dan ujian-ujian. Juga harus piawai memainkan gawai zoom cloud meeting, WA group, google, Spada, OCW dan lain-lain, ” kata Nuryadin.
Menurutnya, tantangan dibidang layanan kesehatan menuntut kebutuhan akan tenaga kesehatan yang profesional dan memiliki nilai kompetensi yang berstandar.
Sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang merupakan tulang punggung dari sistem kesehatan nasional, sebagai penggerak roda kesehatan.
Dalam rangka menuju cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage) mutlak diperlukan asisten tenaga kesehatan yang terampil, terlatih dan mempunyai motivasi kerja yang tinggi.
“Tantangan kedepan sebagai asisten tenaga kesehatan adalah dengan diberlakukannya ASEAN Community, dimana negara Asean sepakat membuka kesempatan tenaga kerja masuk di sesama negara anggota, termasuk tenaga kesehatan,” papar Nuryadin.
Dalam kesempatan tersebut Nuryadin berpesan agar para alumni selalu menjaga nama baik diri sendiri, almamater dan keluarga dengan jalan berperilaku serta berprestasi yang baik di rumah, di tempat kerja dan di masyarakat.
” Pesan saya, jalankan 4 T, tertib beribadah, tertib belajar, tertib berorganisasi, tertib bekerja, anggun akhlaknya, unggul intelektualnya, simpatik, menarik, tenang meyakinkan, sehingga dengan demikian profil lulusan SMK Kesehatan Purworejo siap kerja, siap kuliah dan siap bekerja sambil kuliah,”pungkas Nuryadin. (War)
Sumber : https://fokuspurworejo.com/2020/06/29/lulusan-smk-kesehatan-purworejo-diwisuda-dan-sumpah-profesi/
Selamat datang “Calon Tenaga Kesehatan Profesional”
Bagi lulusan SMP/MTs, telah dibuka pendaftaran PPDB SMK Kesehatan Purworejo. Terdapat 2 kompetensi keahlian yaitu:
1. Asisten Keperawatan
2. Farmasi Klinis dan Komunitas
Segera daftarkan diri secara online pada alamat:
http://ppdb.smkkesehatanpwr.sch.id/
Untuk informasi tentang PPDB bisa menghubungi:
1. Bu Devita (082322069665)
2. Pak Ardi (085743105623)
Mari bersama merajut masa depan yang lebih baik
Purworejo – 130 siswa kelas XI Siswa SMK Kesehatan Purworejo yang terdiri dari 71 siswa Keperawatan dan 59 Farmasi jalani sumpah janji PKL (Praktek Kerja Lapangan) di Gedung PKPRI, Purworejo pada Selasa (10/3). Pengambilan sumpah dipimpin oleh Kepala Sekolah SMK Kesehatan Purworejo Bapak Nuryadin, S. Sos, M.Pd. yang disaksikan oleh orang tua/ wali, dan sejumlah tamu undangan. PKL tahun 2020 dilaksanakan di 11 Apotek dan 12 Puskesmas di wilayah Kabupaten Purworejo.
Berdasarkan Undang-Undang Kesehatan Republik No 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 80 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Asisten Tenaga Kesehatan, dalam menjalankan pekerjaannya asisten tenaga kesehatan harus mampu menjaga kerahasiaan pasien, oleh sebab itu dipandang perlu dilakukannya angkat sumpah bagi asisten tenaga kesehatan.
Dalam menjalankan profesi, seorang asisten tenaga kesehatan senantiasa berpegang teguh dan berperilaku sesuai dengan kehormatan profesinya, sehingga sebelum menjalankan tugas profesinya itu para asisten tenaga kesehatan selayaknya mengangkat sumpah sebagai janji profesinya. “Makna dari sumpah profesi ini adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kewenangan yang dimiliki agar berjalan sesuai profesinya, baik kepada pasien/klien, diri sendiri, yang yang paling utama adalah kepada Tuhan yang Maha Esa”.
Dijelaskan oleh Pak Nuryadin bahwa “Konsep dunia pendidikan Indonesia harus ada sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri yang disebut dengan mix and match. Sehingga perlu adanya kerjasama antara sekolah dengan Puskesmas, Rumah Sakit, Apotek, dan perusahan-perusahaan farmasi.” Sebelum melaksanakan PKL siswa/i telah melaksanakan Pengabdian UKS di 22 SMP/ MTs di Kabupaten Purworejo, responsi, dan pebekalan. Hen
Purworejo – SMK Kesehatan Purworejo ikut berpartisipasi di acara Bruno Kontes pada selasa (31/12). Acara tersebut diikuti oleh beberapa siswi PMR SMK Kesehatan Purworejo yang bertempat di kecamatan Bruno. Bruno Kontes dilaksanakan di akhir tahun 2019 untuk menyambut kemeriahan tahun baru 2020. Dalam acara teresebut,terdapat stand UMKM yang ikut serta memeriahkan ekspo Bruno Kontes. SMK Kesehatan Purworejo sendiri membuka stand untuk cek kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar.
“Kontes-kontes yang kita laksanakan diantaranya, kontes hasil pembangunan Kecamatan Bruno 2019, kontes UMKM masyarakat Bruno yang tujuannya untuk mengembangkan UMKM, kontes seni tradisi yang ada di kecamatan Bruno. Tujuan dari Bruno Kontes ini adalah tasyakuran atas hasil-hasil pembangunan, menampilkan ekspo potensi-potensi pariwisata, sumber daya manusia, maupun sumber daya alam”, terang Netra Asmara, Camat Bruno.
SMK Kesehatan Purworejo berpartisipasi dengan membuka stand untuk cek kesehatan gratis yang berupa cek kolestrol, gula darah, asam urat, tekanan darah, serta konsultasi kesehatan. Stand tersebut ramai dikunjungi oleh berbagai golongan masyarakat mulai dari panitia ekspo, pengurus kecamatan, hingga masyarakat Bruno. Pelayanan cek kesehatan gratis dilayani oleh siswi beserta pembina PMR SMK Kesehatan Purworejo.
“Stand ini sangat bermanfaat sekali terutama untuk masyarakat disini, karena kebanyakan dari kita kurang tahu tentang cek hasil kolestrol, gula darah, asam urat, dan tekanan darah. Jadi dengan adanya ini sangat membantu sekali apalagi gratis, masyarakat tahu tentang kondisi kesehatan mereka”, ujar Meni Kuswati. Friz
https://www.instagram.com/tv/B7Ashi3JP_Q/?utm_source=ig_web_button_share_sheet