Purworejo – SMK Kesehatan Purworejo Mengadakan Perkemahan Alih Golongan Pramuka pada Sabtu (5/10). Perkemahan ini merupakan perkemahan alih golongan dari Pramuka Penggalang menjadi Pramuka Penegak. Kegiatan ini berlangsung dari hari Sabtu pagi hingga Minggu siang (6/10) di Lapangan Tembak Yonif Mekanis Batalion 412 Purworejo. Perkemahan ini merupakan kegiatan wajib bagi siswa/i kelas X SMK Kesehatan Purworejo.

“Perkemahan alih golongan ini untuk siswa/i SMK Kesehatan Purworejo khususnya kelas X Kerawatan dan Farmasi dengan diikuti kurang lebih 150 peserta. Tujuannya untuk membentuk karakter seorang pramuka yang berjiwa tinggi, berjiwa sosial, dan berpendidikan tinggi. Serta untuk membentuk dan menguatkan mental mereka dan untuk melatih kebersamaan mereka agar mampu hidup mandiri,” jelas Abdul Haris Pembina Pramuka SMK Kesehatan Purworejo.

Perkemahan dimulai pada Sabtu pagi diawali dengan apel pelepasan yang kemudian bersama-sama seluruh peserta berjalan kaki menuju bumi perkemahan. Setiba di bumi perkemahan, para peserta bergegas untuk mendirikan tenda dan kemudian dilanjutkan dengan sesi materi. Kepala Sekolah SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, menjadi pemateri tentang pentingnya kepemimpinan.

“Materi kepemimpinan ini memang sangat bagus dan memang wajib diberikan kepada anak-anak. Memang ini bagian dari kesiapan sekolah menyiapkan mereka yang nanti pada saatnya mereka akan menjadi pemimpin, baik pada level tingkat atas maupun di level masyarakat,” terang Nuryadin.

Sesi Permainan bersama Pembina Pramuka

Sesi materi kemudian dilanjutkan dengan sesi tentang wawasan kebangsaan yang disampaikan langsung dari personel Yonif Mekanis 412 Purworejo. Wawasan kebangsaan ini tidak kalah penting dengan materi kepemimpinan, sebab dalam wawasan kebangsaan ini para peserta akan lebih terbuka wawasan dan pengetahuannya dalam menjadi seorang warga negara dengan nasionalisme yang tinggi.

“Wawasan kebangsaan ini tentang bagaimana cara pandang kita dari dalam maupun dari luar tentang bangsa Indonesia ini terhadap berbagai masalah. Masalah-masalah tersebut seperti masalah penduduk, budaya, pertahanan dan keamanan, kemudian juga masalah sosial. Jadi setelah adik-adik tau tentang permasalahan-permasalahan itu diharapkan mampu untuk mengantisipasinya agar nasionalisme dalam diri mereka tetap tumbuh,” jelas Firnando Yonmek 412 Purworejo. (Har)