Sebanyak 163 siswa baru SMK Kesehatan Purworejo, mengikuti kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), yang dilaksanakan selama lima hari, dari Senin (13/07/2020) hingga Sabtu (18/07/2020).

Pada hari pertama MPLS, para siswa baru ini mengikuti kegiatan dengan tatap muka. Namun setelah adanya surat edaran dari Dinas Pendidikan Propinsi Jateng, selanjutnya MPLS dilakukan secara daring.

Penutupan MPLS, Sabtu (18/07/2020), ditandai dengan penyematan topi siswa kepada perwakilan, oleh Kepala SMK Kesehatan Purworejo. Hal itu juga sebagai penanda, kalau para peserta MPLS resmi menjadi warga atau bagian dari keluarga besar SMK Kesehatan Purworejo.

“Materi yang kita berikan selama MPLS, materi-materi yang sudah sesuai standar yang ditentukan dari Dinas Pendidikan, seperti materi yang berkaitan dengan nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, pengenalan lingkungan sekolah, dan motivasi belajar,” jelas Nuryadin, SSos, MPd, Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Sabtu (18/07/2020).

Dengan MPLS, kata Nuryadin, anak-anak lebih paham dan mengerti tentang sekolah/tempat dia berada, maupun visi misi sekolah. Sehingga hasil akhirnya nanti, antara sekolah, siswa, orangtua, bisa satu visi misi, sehingga dalam meraih pendidikan selama tiga tahun di SMK Kesehatan Purworejo, anak-anak lebih mengena.

Karena, kata Nuryadin, salah satu keberhasilan sebuah lembaga sekolah, dengan kesamaan satu visi, satu misi, dan persatuan antara siswa, guru, orangtua, serta lingkungannya.

Setelah selesai menjalani MPLS, terang Nuryadin, para siswa mulai Senin (20/07/2020) sudah mulai mengikuti KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), namun tetap secara daring.

“Kita berharap, KBM bisa dilakukan dengan tatap muka, meski dibatasi. Karena sesungguhnya, pendidikan yang ideal itu harus ketemu langsung, karena yang diolah itu hati. Dan terbukti, selama KBM daring, banyak siswa yang merasa jenuh dan bosan,” kata Nuryadin, yang didampingi Staf Waka Kesiswaan, Galay Widhiasmoro, Spd, Gr.

Galay menambahkan, selama MPLS dilakukan secara daring, para peserta menggunakan aplikasi Osaka. Pada aplikasi ini, semuanya terangkum jadi satu. Didalamnya ada materi tentang kebangsaan, kurikulum, kesiswaan, kejuruan, identitas diri seluruh siswa, dan keluhannya, yang terkoneksi langsung ke Kepala Sekolah dan Waka-Waka.

Menurut Galay, dalam penutupan MPLS, ada pemberian penghargaan bagi siswa terbaik selama MPLS, yang diraih oleh Dea Erlina Rahayu, Tasya Sabila Haryadi, dan Bisma Yudha Aditama.

“Kita sudah antisipasi sebelumnya, terkait MPLS maupun KBM daring ini. Kalau selama MPLS daring, kita gunakan aplikasi Osaka, maka untuk KBM selanjutnya, ada beberapa pilihan aplikasi, seperti Class Room, Zoom, maupun MS team. Masih kita pertimbangkan, untuk memakai aplikasi apa nanti,” pungkas Galay. (Jon)

Source: http://koranjuri.com/mpls-daring-smk-kesehatan-purworejo-siswa-terbaik-terima-penghargaan/

https://www.instagram.com/tv/CCyQ0bJpbhe/?utm_source=ig_web_copy_link