Dalam rangka menghadapi KBM (kegiatan belajar mengajar) memasuki tahun pelajaran 2020/2021, SMK Kesehatan Purworejo mengadakan kegiatan workshop Office 365 dan IHT (In House Training), yang bertempat di kampus satu, jalan Kesatrian no 4, Purworejo.

Workshop yang dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, SSos, MPd ini diikuti oleh 40 guru dan tenaga kependidikan SMK Kesehatan Purworejo. Workshop berlangsung selama dua hari, dari Senin (06/07/2020) hingga Selasa (07/07/2020), dan dilanjutkan dengan IHT pada Rabu (08/07/2020).

“Office 365 merupakan salah satu program untuk pembelajaran jarak jauh. Dari analisa, program ini lebih sederhana, mudah, dan lebih mengena untuk para guru dan siswa,” jelas Nuryadin, Selasa (07/07/2020).

Diungkapkan oleh Nuryadin, sesuai arahan dari Kementerian Pendidikan, bahwa selama masa pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar secara jarak jauh (online) masih akan tetap dilaksanakan hingga Desember 2020.

Untuk KBM secara langsung/tatap muka, ujar Nuryadin, kemungkinan akan dilaksanakan 4 jam/hari, dan dilakukan secara bergantian, sehingga perminggunya siswa hanya masuk satu hingga dua kali.

“Kita menghadirkan dua narasumber dalam workshop, Arini Fadhilah, SPd, dan Agung Budi Raharjo, SPd, Gr. Setelah para guru, kita juga akan memberikan pelatihan pada siswa, yang dilanjutkan dengan simulasi,” kata Nuryadin, yang didampingi Waka Humas, Ardiyanto.

Diakui oleh Nuryadin, bahwa dalam proses kegiatan belajar mengajar, model pembelajaran tatap muka langsung-lah yang paling efektif. Hal itu bisa dilihat dalam pelaksanaan pembelajaran online selama 3 bulan pada awal masa Pandemi Covid-19 hingga sekarang, siswa banyak yang merasa jenuh.

“Belum lagi kendala sinyal/jaringan internet, dan pengeluaran orangtua untuk pembelian paket internet,” terang Nuryadin.

Dijelaskan lebih lanjut, setelah mengikuti workshop, kegiatan dilanjutkan dengan IHT. IHT ini, wajib bagi sekolah, yang tujuannya, untuk mengevaluasi pembelajaran selama setahun kemarin. Dalam IHT, juga menyiapkan kurikulum, materi-materi, muatan-muatan lokal, muatan produktif dan inovatif untuk tahun berikutnya.

Dalam IHT, pihak sekolah mendatangkan narasumber Sehat Kandiawan, SPd, MPd, Waka Kurikulum SMK N 6 Purworejo. Selain mengevaluasi pembelajaran, juga ada penyampaian materi tentang penyusunan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), dan silabus.

“Dengan begitu, kita benar-benar siap. Ini merupakan jaminan SMK Kesehatan Purworejo, bahwa kita tidak main-main, serius, dengan menyiapkan guru-guru dengan penguasaan teknologi, penguasaan administratif, dan penyusunan muatan-muatan lokal, maupun lainnya,” pungkas Nuryadin, sambil menambahkan, bahwa untuk kuota PPDB di SMK Kesehatan Purworejo telah terpenuhi, dengan jumlah siswa baru 165, yang terbagi dalam lima kelas untuk dua kejuruan, farmasi dan keperawatan. (Jon)

Source: http://koranjuri.com/40-guru-smk-kesehatan-purworejo-ikuti-workshop-office-365-dan-iht/

View this post on Instagram

Dalam rangka menghadapi KBM (kegiatan belajar mengajar) memasuki tahun pelajaran 2020/2021, SMK Kesehatan Purworejo mengadakan kegiatan workshop Office 365 dan IHT (In House Training), yang bertempat di kampus satu, jalan Kesatrian no 4, Purworejo. Workshop yang dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, SSos, MPd ini diikuti oleh 40 guru dan tenaga kependidikan SMK Kesehatan Purworejo. Workshop berlangsung selama dua hari, dari Senin (06/07/2020) hingga Selasa (07/07/2020), dan dilanjutkan dengan IHT pada Rabu (08/07/2020). “Office 365 merupakan salah satu program untuk pembelajaran jarak jauh. Dari analisa, program ini lebih sederhana, mudah, dan lebih mengena untuk para guru dan siswa,” jelas Nuryadin, Selasa (07/07/2020). Diungkapkan oleh Nuryadin, sesuai arahan dari Kementerian Pendidikan, bahwa selama masa pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar secara jarak jauh (online) masih akan tetap dilaksanakan hingga Desember 2020. Untuk KBM secara langsung/tatap muka, ujar Nuryadin, kemungkinan akan dilaksanakan 4 jam/hari, dan dilakukan secara bergantian, sehingga perminggunya siswa hanya masuk satu hingga dua kali. “Kita menghadirkan dua narasumber dalam workshop, Arini Fadhilah, SPd, dan Agung Budi Raharjo, SPd, Gr. Setelah para guru, kita juga akan memberikan pelatihan pada siswa, yang dilanjutkan dengan simulasi,” kata Nuryadin, yang didampingi Waka Humas, Ardiyanto. Diakui oleh Nuryadin, bahwa dalam proses kegiatan belajar mengajar, model pembelajaran tatap muka langsung-lah yang paling efektif. Hal itu bisa dilihat dalam pelaksanaan pembelajaran online selama 3 bulan pada awal masa Pandemi Covid-19 hingga sekarang, siswa banyak yang merasa jenuh. “Belum lagi kendala sinyal/jaringan internet, dan pengeluaran orangtua untuk pembelian paket internet,” terang Nuryadin. Dijelaskan lebih lanjut, setelah mengikuti workshop, kegiatan dilanjutkan dengan IHT. IHT ini, wajib bagi sekolah, yang tujuannya, untuk mengevaluasi pembelajaran selama setahun kemarin. Dalam IHT, juga menyiapkan kurikulum, materi-materi, muatan-muatan lokal, muatan produktif dan inovatif untuk tahun berikutnya.

A post shared by SMK Kesehatan Purworejo (@officialsmkkespwr) on